Tentang Saratuspersen

saratuspersen adalah group musik multietnik yang memiliki semangat pluralisme dan universalisme multi cultural / budaya yang lahir di Bandung pada tanggal 1 September 2001, dengan 10 personil.

Mengapa saratuspersen multietnik ? 

Karena saratuspersen memainkan instrumen dari berbagai cultur yang ada di Indonesia selain itu jika dilihat dari sudut pandang musikalitas, bahwa saratuspersen memiliki genre multi etnik atau mengkolaborasikan musik tradisional dan modern.

Dalam terminologi yang lain, group band saratuspersen dikelompokkan sebagai world music karena didalamnya merepresentasikan aspek-aspek dari berbagai musik etnik kontemporer dengan konsep musik ‘baru’.

Instrument apa yg dimainkan di setiap performnya?

alat musik yang dimainkan yaitu instrument yang berasal dari Jawa barat (Sunda) seperti Kendang, Suling, Karinding dan instrumen dari Bali (Pamade dan Kantil) serta instrumen modern seperti Drum, Bongo, Djembe, Guitar, Bass, Timbalis, Percussion, Violin, Trombone, dan lain-lain.

Mengapa diberi nama saratuspersen ? 

Nama “saratuspersen” merupakan penyaduran dari bahasa Sunda, jika dalam bahasa Indonesia sama dengan seratuspersen atau one hundred percent dalam bahasa Inggris.

Filosofinya yaitu seratus per seratus sama dengan satu (100 / 100 = 1) yang berarti totalitas 10 personil yang memiliki keahlian memainkan 10 alat musik tradisional dikolaborasikan dengan alat  musik modern sehingga menghasilkan satu kesatuan irama musik yang merdu dan enak dinikmati sepanjang masa.

Hingga saat ini,berapa karya yg telah dihasilkan?

Beberapa karya yang telah dihasilkan diantaranya :

  • Mini album ‘SUNDANESE IN BALI’
  • Album ‘SOUND OF ORANG KAMPUNG’
  • Single album ‘KAU’
  • Album Kompilasi dengan judul lagu “Persib Nu Aku”.
  • Album Kompilasi dari 10 Negara ‘World Music and Dance’ Japan (The Best Perform).
  • Album Kompilasi ‘The Rough Guide to Undiscovered World’ London, Inggris.
Seberapa sering Perform keliling dunia ?

Beberapa kali saratuspersen live perform di beberapa negara seperti :

  • “World drum festival: Beat The World” Malaysia 2008.
  • Dataran Merdeka, Sungei Weng, Pavillion, Sunway Pyramid, The Duke,
  • “Hakodate Kokusai Minzoku Geijutsu Sai”  Hakodate, Jepang 2008.
  • Shimin Kaikan, Tsukuri Centre, Motomachi Koen, Hakodate Bay, Gyoroku Tower.
  • Australia 2009 : “Indofest” Adelaide, SA Folk Centre, Flinders Univ, Adelaide Univ, MCCC Melbourne.
  • Australia 2010 : “Indofest” Adelaide, Flinders Univ, Unley Citizen Centre, Rundle Mall , St Kilda College, Indonesian Consulate  Melbourne.
  • Singapore 2010 : Esplanade.
  • Malaysia 2012 : MH Hotel Ipoh, Bandar Lumut, Kuala Langsar, MBI City Square Ipoh, Gerik.
  • Australia 2013 : Indonesian day in Australia.
  • Belanda 2015 :”Utrech Indonesian Day”
  • USA 2016 : “Chicago”
Apa Visi saratuspersen ke depan ?

menterjemahkan music tradisional nusantara kedalam music modern sehingga musik saratuspersen menjadi karya dapat diterima masyarakat atau menjadi salah satu karya musik produksi internasional.

Selanjutnya, apa Misi saratuspersen ?

Terus berupaya untuk mengenalkan dan membawa budaya nusantara di mata dunia / internasional, dengan tujuan agar generasi muda yang akan datang dapat mewarisi budaya tradisi nusantara dan dapat memainkan alat musik tradisional hingga akhir jaman.

Iklan